Laman

Search

09 April 2010

Lagi, TKW-Hongkong Langganan Korban Laki-laki Hidung Belang !

Pacaran Dengan Pria Misterius, 10 Juta Amblas Tanpa Bekas.
Belum reda cerita beberapa buruh migran Indonesia (BMI) yang tertipu oleh tentara gadungan (baca Memo edisi 142), kini ada lagi seorang BMI yang ingin ceritanya dimuat di Tabloid Memo untuk peringatan agar BMI lebih berhati-hati dengan orang yang baru dikenalnya. BMI asal Wonosobo Jawa Tengah yang kini bekerja di Ngauchiwan Kowloon ini biasa dipanggil Mumun (33), janda muda beranak satu. Selama 13 tahun Mumun menjalani hidup menjanda, karena perkawinannya harus berakhir semenjak hadirnya perempuan lain dihati suami yang di anggapnya setia menemani hidupnya. Namun kesetiaan Mumun harus terbalaskan dengan perselingkuhan yang dilakukan suaminya dengan perempuan yang sekarang menggantikan posisinya sebagai istri. Sakit hati yang dirasakan Mumun tidak dibiarkan berlarut begitu saja, Mumun mulai bangkit dari keterpurukan dan nekat bekerja ke luar negeri sampai sekarang hampir 10 tahun Mumun mengais nafkah di negeri tirai bambu Hong Kong.
Selama 13 tahun hidup menjanda, Mumun tidak pernah mempunyai pikiran untuk mencari pria pengganti suaminya, bayangan perselingkuhan yang terjadi 13 tahun lalu membuat Mumun enggan menikah lagi. Namun kenyataan itu kini berubah, disaat Mumun ditelepon oleh seorang pria yang mengaku Imam Sujarwo (48) yang sedang bekerja di Malaysia. Perkenalan lewat telepon pada 24 Desember 2008 itu akhirnya membuat hati Mumun berbunga-bunga karena pria yang datang secara misterius tersebut penuh perhatian dan tutur katanya sangat sopan. Singkat cerita, setelah dua minggu perkenalan tersebut, Mumun dan Imam Sujarwo telah resmi menjadi sepasang kekasih. Setiap waktu Imam menelepon Mumun dengan segenap perhatiannya yang membuat Mumun semakin yakin bahwa pria tersebut adalah jodohnya. Imam Sujarwo mengaku telah menduda semenjak istrinya selingkuh dan kini hidup dengan anak lelaki satu-satunya. Imam juga mengaku telah bekerja di Malaysia selama empat tahun lamanya dan ingin pulang membuka usaha dikampung halamannya di desa Srikaton RT: 27 RW: 03 Ngantru Tulung Agung Jawa Timur.
Imam Sujarwo memang pandai mengambil hati Mumun, keluarga Mumun di Wonosobo juga sudah akrab dengan Imam walau hanya lewat telephon. Pendekatan yang dilakukan Imam Sujarwo terhadap keluarga besar Mumun memang mendapatkan hasil yang sempurna. Disaat Imam meminta bantuan keuangan untuk memperpanjang permit/visa Malaysia, ayah Mumunlah yang mengutarakan maksud Imam tersebut. Orang tua Mumun berusaha meyakinkan pada anak perempuannya yang telah lama menjanda tersebut, bahwa Imam adalah seorang pria yang patut dijadikan suami bagi Mumun.
Bak kerbau di congok hidungnya, Mumun menuruti keinginan Imam dengan mengirimkan uang ke Malaysia sejumlah HK.$ 1900 pada tanggal 10 Januari 2009 melalui pengiriman uang Malang Ekspress. Setelah mendapatkan kiriman uang untuk memperpanjang visa, Imam mulai merayu Mumun agar mau membelikan handphone Sony Ericson merk C510, namun Mumun tidak mengabulkan permintaan Imam. Selang beberapa bulan kemudian, tepatnya tanggal 11 November 2009 Imam pamit pulang ke Indonesia dengan alasan bahwa di Malaysia sulit mencari pekerjaan dan Imam berniat membuka toko di depan rumahnya. Dengan dalih ingin membuka usaha toko didepan rumah dan kekurangan uang untuk tambahan membeli mobil, Imam meyakinkan Mumun agar mau meminjami uang sebagai modal usahanya. Lagi-lagi Mumun tak berdaya saat ayahnya juga mendesak Mumun untuk segera mengirimkan uang kepada Imam. Melalui pengiriman uang Western Union, pada tanggal 15 November 2009 Mumun mengirim uang sebesar 8 Juta empat ratus ribu rupiah atas nama Widodo yang beralamatkan di desa Sumber Asri RT: 01 RW: 06 Kecamatan Nglegok Kabupaten Blitar Jawa Timur 66181. Sehari setelah mendapat uang kiriman tersebut, handphone Imam sudah tidak bisa dihubungi lagi. Berhari-hari Mumun mencari kabar tentang dimana keberadaan Imam Sujarwo, namun yang di dapat justru berita yang membuat hati Mumun remuk redam. Teman Mumun menceritakan bahwa salah seorang BMI Hong Kong yang bernama Suyatin juga telah menjadi korban Imam Sujarwo dan telah mengirimkan uang sebesar 15 juta. "Saya hanya ingin memberikan pelajaran pada Imam, kamu bisa mengelak atas perbuatanmu. Tapi ingat, Allah tidak tidur, uang bisa di cari lagi, tapi hidupmu akan tidak tenang jika kamu masih mencari mangsa dengan tipu dayamu. Imam Sujarwo..., masihkah kamu mempunyai hati nurani???" Mumun tak kuasa menahan perasaannya disaat menceritakan kisah asmaranya dengan lelaki yang mengaku duda tapi kenyataannya Mumun mendapat kabar bahwa lelaki tersebut telah memiliki tiga orang istri. Astagfirullah... (Adp)

Terpublikasi di Tabloid MEMORANDUM-Surabaya # 143