Laman

Search

04 Januari 2010

Pelacur, Politik dan he he he !



Inilah novel karya Tandi Skober. Yang mengupas secara kritis, jenaka, gemblung, sarat kata porno, norak dan provokatif. Seputar kemenangan SBY dalam Pilpres 2009, novel yang bertajuk Pelacur, Politik dan hehehe.

Matahari menari di gemerlap emas Monas manise. Konon, itu simbol bola mata Indonesia. Dari runcing kuning yang menancap di langit-langit pucat Jakarta; banyak cerita terlahir dari lelehan ejakulasinya. Tiap kali, gemuruh rangkaian gerbong sepur memecah ruang mangmung sekitar Monas; selalu saja ada firasat terselip di dalamnya.

''Siapa lagi yang akan menari di belantara politik Indonesia ?''

Mega mendung memang selalu memayungi Istana Negara. Selalu bermula dari ejakulasi emas Monas manise. Seperti pagi ini, ketika mega gagap menyergap Jakarta, lihatlah awan mendung itu bergerak memutari ribuan hari yang tidak pernah dicatat dalam album sejarah Indonesia.

Awan mendung itu menjadi miliaran tetesan lendir yang jatuh satu demi satu. Jakarta menampungnya dalam mangkok porselin halus. Dihidangkan di atas zikir di suatu perkampungan kumuh, pedih dan menyakitkan!

''Siapa yang mencuri mimpi Indonesia, ketika Jakarta menjadi air mata yang mati rasa?''

Adakah itu ucapan aneh Sumi?

Tidak jelas ! Tetapi, dari sini, Sumi menapaki takdirnya. Sumi rasakan tarian ilalang bergerak begitu liar dalam jemari hatinya. Ada gerbong takdir yang meluncur di atas ribuan rel panjang berkelok-kelok.

''Kemana gerbong ini diluncurkan? Distasiun mana takdir Indonesia berganti lakon? Di jendela mana bisa kulihat lintasan nasib lembab Indonesia ?''

Adakah itu gelisah wajah Sumi ?

Tak jelas ! Yang ada mata Sumi adalah Jakarta yang terperangkap dalam stagnasi mimpi yang diciptakannya sendiri. Puluhan partai politik ''bersenggama'' dengan impian aneh dan menjilati sisa ''lendir kekuasaan''

Sumi mulai menari...