Laman

Search

28 Desember 2009

Musim Dingin : Pilih Wanchai atau Sekedar Duduk-duduk di Toko Indonesia



Musim dingin di Hong Kong telah tiba. Dan ini tidak gampang bagi buruh migran Indonesia (BMI) yang bekerja meraup dollar di Hongkong,  karena bekerja ikut majikan dengan setumpuk pekerjaan yang telah menanti. Mungkin bagi BMI yang telah lama di bekerja di HK , menghadapi musim dingin sudah  terbiasa.  Tapi bagi BMI yang baru datang, dan pertama kali berkerja di HK pasti sangat susah untuk bisa menyesuaikan dengan cuaca.

Seperti yang baru baru ini Memo temui, Ika BMI asal Cilacap. Dia baru saja 2 minggu bekerja di HK. Bagi Ika cuaca dingin yang dinginnya sampai 10-12 derajat ini merupakan ‘’derita’’ baginya. 

‘’Saya baru dua minggu Mbak, kaget aja dinginnya kaya gini, baru dua minggu bekerja lihat tangan saya pada mengelupas, bibir pecah pecah karena sebentar sebentar pegang air. Majikan saya stand-by di rumah, kalau ketahuan nganggur ya dimarahin.. makanya ngepel, bahkan nyuci baju semuanya pakai tangan. Saya bahkan sempat pilek dan demam Mbak, ya untungnya majikanku sedikit baik walaupun galak dan cerewet , saya dibawa ke dokter. Mungkin badan saya kaget saja dengan cuaca dingin, karena di Indo kan hawanya panas Mbak, apalagi pas saya di penampungan di Jakarta. Ya udah dikuat kuatin, kerja ikut orang. Kalau keluar belanja ya pakai sepatu, jaket, sarung tangan juga slayer, kata majikan saya biar nggak sakit,’’ ungkap Ika, saat ketemu Memo di pasar Saiwanho.


Saat ini musim dingin di HK, dinginnya berkisar antara 10-12 derajat. Beruntunglah HK tidak seperti di daratan China (Beijing, Shanghai), Korea bahkan Jepang yang sampai turun salju bahkan hujan salju. Musim dingin ini sampai 3-4 bulan kedepan. Dan biasanya di bulan January atau February , bertepatan dengan ‘’Kung Hei Fat Choy’’ (Tahun baru China) dinginnya bisa sampai dibawah 10 derajat.

 Saat musim dingin seperti ini, bagi BMI yang mendapat libur hari minggu. Biasanya cari yang ‘’hangat hangat’’. Hangat dalam artian disini, yang biasa libur jalan jalan atau yang biasa ngumpul di lapangan terbuka Viktoria Park , ada sebagian BMI yang ‘’ndekem’’ di rumah agen sambil tidur tiduran. Ada juga BMI yang tidak ingin dibilang ‘’kampungan’’ larinya ke diskotik yang ada di Wanchai. Ada pula BMI yang memilih diam dengan duduk duduk di salah satu toko Indonesia.



Seperti yang Memo lihat pada hari Minggu. Di salah satu toko Indonesia di HK , tepatnya di Sai Wan Ho toko ‘’Sahabat’’ banyak BMI yang berjubel duduk santai di dalam toko tersebut . ‘’Hari minggu tempat saya selalu penuh oleh BMI yang pada libur. Tapi sejak musim dingin ini jumlah BMI yang libur 3 kali lipatnya, sampai saya mau masuk kedapur saja susah,” ujar Rika Lam, sang pemilik toko tersebut.


“Enak disini Mbak, hangat duduk sel sel an (berdempetan), mau makan tinggal pesan , juga ada hiburan nya lihat kawan kawan yang lain pada karoeke berjoget ria, saya malah seharian disini, mau ke Causeway Bay rasanya malas. Lagian juga libur toh nggak harus ke Viktoria Park, musim dingin kaya gini di luar semakin dingin jadi kalau ada yang hanget disini, ngapain di luar enakkan begini duduk saling berdempetan, hehehe,” ungkap Ari,  BMI asal Malang ini.(uly)

Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Srby # 128