Laman

Search

28 Desember 2009

BMI Nyolong Bedak, Ketahuan, Malu ah !



Semakin panjang saja daftar jelek buruh migrant Indonesia (BMI) yang bekerja di Hong Kong (Setelah BMI merampok perhiasan majikan, diinterminit gara gara kecanduan chating), lagi  seorang BMI ketahuan mencuri bedak pond’s di salah satu toko Indonesia di Toko Saiwanho.Meski tidak sampai dilaporkan ke polisi, bisa dibayangkan betapa malunya BMI tersebut, sebut saja Sarah (25), nama samaran.

Kejadiannya sendiri pagi hari sekitar jam 10 an. Toko tersebut penuh dengan pembeli, sehingga penjaga toko dan yang punya toko sampai sampai kewalahan melayani para pembeli yang kebanyakan adalah BMI yang membeli kartu telepon. Seperti biasa, pada pagi hari banyak BMI yang berbelanja dan menyempatkan membeli makanan khas Indonesia juga kartu atau pulsa telepon.

‘’Tadinya kami menaruh curiga ama pekerja  yang berasal dari Philiphina, karena pernah terjadi. Semuanya sibuk jadi nggak sempat ngeliatin pembeli satu persatu, ketahuannya itu setelah bos laki laki saya curiga dengan gelagatnya, bedaknya dimasukkin di dalam tas belanjanya, begitu bayar di kasir, bedak itu tidak dibayar, malah yang dibayar yang ada di tangannya. Terus bos saya memeriksa tasnya barulah ketahuan dan BMI itu wajahnya langsung merah, pucat. Ya untungnya bos saya tidak lapor polisi, lah kalau sampai lapor polisi urusannya bisa panjang mbak, akhirnya dibayar itu bedak yang harganya tidak seberapa dibandingkan malu nya, karena banyak yang lihat. Dan sejak kejadian itu, kini bos saya sudah memasang kamera dan tivinya,” ujar Sri, BMI asal Blitar yang bekerja di toko tersebut.


Menanggapi kejadian ini, beberapa kawan BMI yang Memo temui sungguh sangat menyayangkan kejadian ini. Seperti Ita, BMI asal Kendal menuturkan, “Harga bedak pond’s berapa seh Mbak, kok berani berani nya nyolong, ini HK kok nggak takut ya ? Untung yang punya toko orangnya baik, tidak sampai memarahi dan melaporkan nya ke polisi, pas kejadiannya aku juga disitu, aku juga kasihan ngeliatnya soalnya wajahnya langsung memerah menahan malu, soalnya kejadiannya khan pagi, banyak orang. Nggak bisa kebayang deh,” ujarnya.


Beda lagi dengan Inah, BMI asal Ponorogo. Ia menambahkan, “Mungkin dia dari sono nya sudah biasa mencuri, jadi kebiasaannya dibawa sampai di negeri orang. Padahal HK khan kalau masalah seperti itu, apalagi berurusan dengan polisi , tidak main main ! Kalau di rumah majikannya tidak tahu lagi ya. Ya kalau bisa jangan ya.. masa bedak aja nyolong, kalau nggak ada yo mbok nggak usah. Aku tiap pagi selalu beli barang di toko itu, saking murahnya pembelinya banyak, bahkan sampai berdesakan kalau antri di kasirnya.”  (uly)

Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Srby # 128