Laman

Search

16 Desember 2009

Berbeda Keyakinan, Bersatu Dalam BOHUSAMI (Bolaang,Mongodow,Hulotanlo,Sangihe,Minahasa


Organisasi yang dibentuk oleh sejumlah buruh migran Indonesia yang ada di Hong Kong ini lebih fokus bergerak di bidang kerohanian. Grup yang mempunyai nama BOHUSAMI, singkatan dari Bolaang Mongondow, Hulontalo, Sangihe dan Minahasa - keempatnya merupakan nama kota besar di Sulawesi Utara - lebih sebagai penyemangat untuk bersama-sama meningkatkan iman dan kegiatan positip lainnya. Setiap Minggu, anggota perkumpulan buruh migran ini pergi ke gereja bersama, dan setelah itu berkumpul di lapangan Viktoria untuk melakukan ibadah bersama.
Tentu saja kebanyakan anggota Bohusami adalah penganut Kristiani. Selain melakukan ibadah bersama mereka juga melakukan berbagai kegiatan kesenian. Kegiatan seni yang mereka ikuti tidak hanya di ke-gereja-an saja, anggota Bohusami juga berpartisipasi di beberapa acara organisasi BMI (Buruh Migran Indonesia).




Yang menarik, anggota Bohusami tidak hanya penganut agama Kristen, namun ada  juga beberapa anggota yang beragama Islam. Mereka bergabung karena berasal dari daerah yang sama dari Sulawesi Utara. Terlihat keakraban yang terjalin diantara anggota perkumpulan Bohusami, di saat beberapa anggota yang beragama Kristen melakukan ibadah bersama, anggota yang beragama lain juga sabar menunggu sampai anggota lain selesai melakukan ibadah. 


Perbedaan agama tak menjadi halangan bagi mereka berkumpul, melakukan kegiatan bersama. Kebersamaan begitu terlihat di saat para anggota berlatih dan menari bersama dalam gerakan tari poco-poco bahkan berlatih drama untuk persiapan acara perayaan Natal 25 Desember mendatang.

Sekarang jumlah anggota Bohusami kurang lebih 100 orang, yang masing-masing anggota kebanyakan  berasal dari kota Manado. Rasa kekeluargaan sangat terasa disaat hari libur tiba, berkumpul dengan teman, saling berbagi pengalaman adalah cara untuk menghilangkan kejenuhan bagi anggota Bohusami.

 "Yang penting kita melakukan kegiatan positif, jangan sampai terjerumus hal-hal yang merugikan, kita jauh dari keluarga harus saling rukun dengan teman sesama buruh, kami di Bohusami tidak membedakan agama satu dengan yang lainnya, kan tujuan kita sama," ujar Icha, salah satu anggota Bohusami panjang lebar.  (Adp)

* Terpublikasi di Tabloid Memo # 127