Laman

Search

05 Agustus 2009

CINTA SELALU MENUNGGU..WALAUPUN MENERIMA BANYAK KEGAGALAN


Kamu adalah musisi dalam dunia mu..... dan kamu menghasilkan syair dalam hatiku, nada dalam kepalaku. Kamu membuat satu cerita dalam kehidupanku. Kamu melakukan nya dengan membisu. Aku ingin menarikmu keluar dari duniamu, membawamu ke dunia melodi yang tercipta dalam hatiku. Tapi ketika aku melangkah, langkahku terhenti. Terhenti oleh kesunyianmu. Terhenti oleh malam yang kauciptakan. Terhenti oleh seribu dugaan, seribu cerita yang muncul bergantian dalam hatiku. Kamu tidak berkata ya, tidak berkata tidak, kamu tidak berkata apa-apa. Kamu hanya diam..... diam...... diam..... dan diam.....
Kamu mengisi dunia mu dengan hanya alunan nada. Aku ingin membuka kotak dalam hatimu, memeriksa isinya dan memasukkan sebagian dari nada2ku ke dalamnya. Ah... betapa aku ini hidup dalam keingin tahu'an akan kamu. Aku pun akhirnya membisu..... diam...... dan membisu....... tiada kata, tiada nada, tiada syair, semua itu kusimpan dalam kotak hatiku. Kotak yang penuh seribu nada, seribu cerita tentang dirimu. Tahukah kamu, betapa kamu terbungkus dalam kotak perak di hatimu? Tersimpan di sudut ruangan yang terindah, ruangan yang tidak berani kuusik, ruangan yang hanya berani kuintip dan kupandangi. Ruangan rahasia dalam hatiku. Inspirasiku, aku mendesah dan memandang kepada langit..... mana kah yang nanti akan kupilih? dimana kah nanti nya kau berada dalam kehidupanku? selamanya dalam khayalan, atau berakhir dalam kenyataan? mana kah yang lebih baik? untuk ku dan untuk mu. aku mengukirkan dirimu dalam ceritaku, menjadikan mu hidup di dalamnya. kamu adalah suatu keunikan, kejanggalan, pertanyaan, keraguan, dan inspirasiku. kamu berjalan dalam kesendirianmu. dan hatiku bertanya-tanya... apakah tidak terasa bahwa aku ada di dekatmu? memandangmu dengan keingin tahuan ku? tapi kamu tetap berjalan, seperti seseorang yang tidak membutuhkan dunia lain. ataukah diam-diam kau pun tahu, di luar dunia mu ada yang sedang menunggu untuk dipersilahkan masuk? kamu berjalan tanpa memandang, tanpa menengok, tanpa tersenyum, tanpa ekspresi. kembali, aku bertanya.... manusiakah kamu? ataukah kamu hanya sebuah arca yang terukir indah di matamu? aku lelah memandangi sebuah arca yang tidak bisa berbicara. tapi kadang sang arca pun seperti berubah menjadi manusia. khayalanku kah? ataukah memang sang arca sudah menjelma menjadi manusia? apakah kamu sudah menyadari bahwa kamu pun punya rasa sepi? apakah kamu sudah menyadari bahwa kamu pun butuh dikasihi? ataukah sampai selamanya kamu akan mengubur dirimu dalam dunia mu? persilahkan lah aku masuk. ijinkah lah aku menjadi manusia pertama dalam penjelmaanmu. ijinkanlah aku melihat bagaimana perubahan wujudmu. ijinkanlah aku menjadi penyebabnya... tapi aku tidak akan memaksa. karena aku takut arca itu bukan menjadi manusia, tapi lebur menjadi pasir. terlalu berlebihankah aku menilai kamu? mungkin! tapi biarlah kamu menjadi inspirasiku saat ini.