Laman

Search

27 Juli 2009

EMBUN,SALJU,LUKA,HARAP di Kota MALANG ku...

ketika aku menunggu seorang perempuan
diranting ranting sore
dan merahnya senja
aku mendengar kabar
bahwa dia terjebak hujan deras

''ma'af Mas...aku terjebak hujan deras
aku tak ingin tubuhku basah oleh harapanku sendiri
meski aku telah berjanji
aku bukanlah kelopak kelopak melati
yg selalu semerbak wangi direlung relung pagi''


Kemudian kuterus berjalan
menyusuri tepian malam
hingga akhirnya kusinggah disebuah halte blog
dan kutemukan coretan coretan perasaan
yg berirama harap dan berucap ''MENUNGGU''
disebelahnya ada perempuan berjilbab
tapi,kutau tatapan mata sembab
dan luka yg lembab

Seandainya aku ada dibagian larik puisinya
akan kulumat bibir rekahnya
dengan hasrat membara
dan cinta yg menyala nyala
agar ia tak menunggu,meskipun bukan aku

Perempuan itu memintaku untuk pulang
dan menyuruhku melupakan
sebuah pertemuan

Oh..bulan sabit malam ini
jika aku tau sore ini jauh dilorong sepi
hujan turun bersama rindu
aku ingin menjadi hujan itu
yg membalut tubuhnya
sembari akan kukecup ia
dengan gerimis gerimis rindu
agar ia tak lagi menyesal dan mau berubah selalu
kemudian tak menjadikan salju sebagai masalalu

Tiba tiba suara lirihnya melantunkan salam
sebentar bercakap,kuberitau ia sebuah misteri
antara hidup dan cinta
yg tak bisa diraba dengan rumus filsafat ataupun matematika
dia berharap aku menunggunya....

[ Malang,26 juli 2009, 21;11 WIB ]