Laman

Search

28 Maret 2010

Dua TKW Hong Kong Saling Duel Rebutan ''Arjuna'' TKI Korea via Chating !

Ada ada saja kelakuan dua buruh migrant Indonesia (BMI) ini yang membuat geleng kepala, dan tak habis pikir. Gara gara ‘’Arjuna’’ Korea, dua BMI ini saling duel, bahkan ‘’perang mulut’’ ditempat keramaian, tepatnya dipasar Sai Wan Ho. Kejadiannya sendiri pagi jam 10 waktu setempat. Belakangan diketahui dua BMI ini bernama Luki dan Wati , dua BMI asal Malang.

Dari informasi yang Memo dengar. Dua BMI itu saling kenal akrab. Setiap libur pun mereka selalu berdua. Dan dua BMI tersebut, Luki dan Wati mempunyai hobi ber-chating ria di hari minggu. Walaupun mereka berdua kompak, tapi untuk urusan chating , Luki adalah jagonya. 
Alkisah, dari hobinya berchating ria itu, wati berkenalan dengan lelaki Indonesia yang bekerja di Korea. Dari perkenalan itu, Wati merasa dekat dan ada niat serius meneruskan hubungan nya dengan kenalan nya di TKI Korea itu. Sepulang dari perantauan mereka berdua rencananya akan menikah.

Kekasih Wati di Korea itu sangat baik. Terbukti setiap bulannya mengirimkan uang untuk membayar tagihan telpon, dan disetiap permintaan Wati, kekasihnya itu mengabulkannya. Dan rupanya hal ini yang membuat sahabatnya, Luki merasa cemburu dan sakit hati.

Tanpa sepengetahuan Wati, saat mereka berdua asyik chating ria diwarnet yang sama. Wati melirik alamat YM (Yahoo Mesengger) kekasih Luki itu. Setelah mendapat alamat YM kekasih Wati. Mulailah Luki beraksi. Mengajak kenalan lelaki itu yang tak lain adalah kekasih Wati, sahabatnya sendiri.

Dasar lelaki. Walaupun sudah punya kekasih dan berjanji mau serius. Tetap aja ‘’kadal’’. Sejak kenal Luki kekasih Wati mulai berkurang perhatiannya. Ada saja alasannya. Lama kelamaan, akhirnya ketahuan juga. Jika Luki telah menikamnya dari belakang.

‘’Saya selama ini diam saja mbak, saya tahu Luki menusuk saya dari belakang. Dia merebut pacar saya. Dan menjelek-jelek an saya. Dia itu (Luki) pacarnya banyak sebenarnya, tapi pada pelit. Makanya dia lihat saya pacaran dia cemburu. Sabarnya orang kan ada batasnya mbak, diam kok malah diinjak-injak. Saya telpon ngomong baik baik ya gak di reken. E pas ketemu dipasar, saya labrak tuh si Luki. Gak ngurus dipasar banyak orang, pokoknya saya dendam. Saya maki maki dia, dasar perempuan gak tau malu! Sudah tau punya orang, masih diganggu. Hubungan dengan kekasih saya pun sudah bubar. Ya sudahlah.. ambil hikmahnya aja mbak. TKI korea lagi, seribu satu yang bisa dipercaya. Setelah ini lebih hati-hati,’’ Ungkap Wati, via telpon dengan Memo.(Uly)

*Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Surabaya # 141