Laman

Search

08 Februari 2010

Susahnya Temukan Majikan Baik (2 tahun di Hongkong, 3 kali di-PHK)




Aku sudah capek nggak kuat Mbak, capek ! nelongso ikut orang, kaya budak saja, '' Ujar Kartika (20) seorang buruh migrant indonesia yang bekerja di Hongkong, mengawali cerita sedihnya kepada Memo di Agen Choihung yg selama ini menampungnya.

Dengan wajah lesu, Kartika mengingat kembali kejadian pahit yang selama ini disimpan rapat dimemorinya. Tika, panggilan gadis ini asal Ds.Dono Mulyo, Malang Jatim. Pada tahun 2007 Tika berangkat ke HK melalui PJTKI Bayu Blimbing Malang.
Sesampai di HK, Tika diperkerjakan dirumah majikan yang berada di daerah Tseung Kwan O. Bekerja menjaga dua anak dan mengerjakan semua pekerjaan rumah tangga sudah biasa bagi Tika.

Tapi kekerasan yang dilakukan majikannya sungguh luar biasa bagi Tika. Karena melakukan kesalahan sedikit saja, Tika akan mendapat tamparan dan pukulan dari majikan perempuannya. Tidak jarang pula Tika dipukul dengan gagang panci yang masih panas karena Tika dianggap tidak becus/ bersih mencuci panci tersebut.

Sekuat tenaga Tika berusaha bertahan menghadapi kekerasan yang dilakukan majikannya. Mau melapor pada polisi, Tika tidak tau bagaimana caranya. Tika hanya bisa berdoa, bagaimana caranya agar bisa keluar/kabur dari rumah majikannya yang dianggap sepeerti kandang singa tersebut. Setelah bekerja selama 4 bulan, Tika akhirnya di interminit (diputuskontrak) dan dikembalikan di agen tanpa mengetahui apa alasannya. Bayangan bekerja diluar negeri dan mendapatkan penghasilan yang layak seketika itu pupus dari benak Tika. Namun, Tika masih berharap agar agen bisa membantunya untuk mendapatkan majikan baru lagi

Dengan bantuan agen, akhirnya Tika mendapatkan majikan baru yaitu merawat bayi. Setelah tandatangan kontrak kerja yang baru sembari menunggu visa baru pula. Agen menyuruh Tika untuk pulang ke indonesia. Setelah menunggu 4 bulan lamanya, Tika kembali lagi ke HK dan bekerja pada majikan di daerah Saikung (masa potongan agen selama 7bln). Lagi lagi Tika mendapatkan majikan yang jahat dan suka memukul. Kesabaran Tika selama 3 bulan memang sedang diuji. Setelah 3 bulan kembali Tika di interminit/PHK, dengan alasan Tika tidak bisa merawat bayi.

Untuk kali yang keduanya Tika harus menelan pil pahit. Mendapatkan majikan jahat, diinterminit lalu pulang ke Indonesia tanpa membawa hasil apa pun.
'' Saya pikir orang HK baik semua mbak, tapi yang tak temui semuanya jahat !. Dan majikanku yang ketiga ini lebih jahat lagi, astagfirullah...!!!, lha wong saya ini takut sama anjing, kok disuruh ngelap anjing. Khan anjingnya habis buang kotoran , eehh handuk yang buat ngelap kotoran anjing dilemparkan kemuka saya mbak,'' Kata Tika mengakhiri pembicaraannya dengan Memo.

Namun,dengan mimik sedih Tika melanjutkan lagi kata katanya, ''Saya juga tidak menyangka, dua tahun di HK, di PHK sudah tiga kali dan pulang ke Indonesia. Saya malu sama teman dan keluarga, tapi untuk kali ini saya sudah dapat majikan baru lagi, yaitu menjaga orangtua(bobo), dan saya akan pulang ke cina, menunggu visa baru turun. Semoga kali ini saya sukses, dan sampai finish kontrak. Capek kerja bakti terus membayar potongan agen.''. Ujarnya polos. (adp)

Terpublikasi di Tabloid Memorandum-Surabaya