Laman

Search

09 Desember 2009

Catatan Hitam : Pengakuan Seorang Sahabat, Juminten !


Terkadang orang yang terlalu bahagia, melihat apa yang dialaminya seperti mimpi, terkadang waktu berjalan sedemikian cepatnya tanpa memberi kita kesempatan untuk berpikir sebenarnya apa yang sedang terjadi pada diri kita sendiri …


6 tahun yang lalu, Juminten seperti kebanyakan buruh migrant Indonesia yang lainnya. Nekat pergi merantau kenegeri orang dan meninggalkan kampung halamannya, keluarga dan sanak saudara tercinta , demi perbaikan ekonomi keluarganya yang berada dibawah garis kemiskinan, agar sedikit jauh lebih baik. Karena hampir semua teman sebaya Juminten didesanya pergi mengadukan nasibnya keluar negeri , diantara mereka banyak yang sukses sepulang dari perantauan. Bisa membangun rumah, beli mobil ataupun motor juga buka usaha dengan modal tabungan selama diperantauan.

Juminten adalah tulang punggung keluarganya, sejak dia berumur 10th, dia sudah ditinggal oleh Bapaknya untuk selama lamanya. Juminten masih punya 6 adik yang masih kecil kecil, dan seorang Ibu yang sakit sakitan karena mengidap penyakit Diabetes. Dengan semangat yang luar biasa dan tekad yang bulat, pergilah Juminten meninggalkan Ibu dan adik adiknya dan berangkat ke Jakarta untuk masuk dipenampungan. Keberangkatan Juminten kesalah satu PJTKI tentunya melalui seorang ‘’calo’’ atau sponsor/PL.



6th yang lalu , Juminten adalah sosok gadis yang lugu, gadis desa yang tidak terjamah oleh kota. Juminten yang saat itu tidak tahu apa apa, hanya bisa menatap kosong, menggeleng dan mengangguk jika diajukan pertanyaan. Untuk bisa masuk kesalah satu penampungan dan berangkat ke Hongkong , semua identitas Juminten dipalsu oleh sang Calo ! sebut saja nama calo itu adalah Bambang ! Juminten yang lulusan MI dirubah lulusan MTs (setara SMP). Umur Juminten yang saat itu masih 19th diganti menjadi 27th. Dan setiap orang/perkepala Bambang ini meminta uang sebesar limaratus ribu rupiah.  Mustahil bagi keluarga Juminten untuk bisa mendapatkan uang limaratus ribu itu, Ibu Juminten saja penghasilannya hanya 25ribu perharinya. Ditengah kekalutan dan kegundahan hati Juminten untuk bisa mendapatkan uang limaratus ribu rupiah itu, Bambang memanfaatkan keluguan Juminten ini. Ya… Bambang mengambil kesempatan dalam kesempitan !.




Diajukannya dua pilihan bagi Juminten, tidak usah bayar limaratus ribu rupiah asal mau ‘’meladeni’’ nya, jika menolak nama Juminten akan dihapus dan tidak diberangkatkan ke Jakarta untuk ditampung disebuah penampungan. Iming iming Bambang, jika kerja diluarnegeri sungguh enak, gaji besar ! kamu bisa membahagiakan Ibu dan adik adikmu. Ujar Bambang untuk meluluskan niat jeleknya !.  Tidak ada pilihan bagi Juminten waktu itu, apalagi semua surat surat sudah diurus oleh Bambang, jika menolak Bambang meminta ganti atas semua itu !.

Untuk bisa masuk kedalam penampungan/pjtki , Juminten harus menjual kegadisannya, keperawanannya direnggut berkali kali oleh Bambang, Juminten selalu tidak kuasa untuk menolak, jika pas kebetulan Bambang berada dipenampungan. Bambang calo yang sangat bejat ! ternyata tidak hanya Juminten dia melakukan hal yang biadab itu, tapi dengan Juminten juminten yang lainnya, yang diiming iming nya untuk kerja keluarnegeri.

Setiap malam, berada dipenampungan bagi Juminten adalah ‘’penjara’’ dengan segala peraturan yang ketat. Juminten selalu berdoa, supaya cepat turun job kerjanya dan sesegera mungkin bisa terbang ke Hongkong. Dia sudah tidak tahan. Hanya airmata yang bisa menjawab segala kepahitan Juminten jika ingat kelakuan Bambang ! peristiwa itu tak akan pernah terlupakan ! seumur hidup ! dan dipendamnya sendiri. Juminten tidak ingin Ibunya tau, sama saja menambah beban penderitaan Ibunya. Airmata dan airmata…. Entah sudah berapa banyak…

Tahun 2003, Juminten menginjakkan kakinya untuk pertama kali dinegeri beton, negeri Andy Lau yaitu Hong Kong ! keberuntungan berada dipihak Juminten kala itu. Bersyukur Juminten mendapatkan agency dan majikan yang baik ! dan mendapati gaji full ! dan hak liburnya tiap minggu. Awal pertama kerja tidak ada kendala yang berarti, majikan Juminten sangat sayang dan sabar sekali kepada Juminten, pelan pelan Juminten diajarin bagaiman  cara kerja, kebiasaan keluarga majikannya , cara memasak, dan juga belajar bahasa kantonis. Tahun pertama kerja, Juminten sudah pintar, dia sudah bisa beradaptasi dengan majikannya, lingkungannya, juga teman temannya yang senasib jika ketemu dipasar.

Ditahun kedua, Juminten beli hape, dia juga tidak pernah lupa tiap bulannya mengirim hasil kerjanya kekampung halaman. Masa masa sedih waktu Juminten didesa, juga tragedy dengan Bambang seolah sudah hilang dalam ingatannya. Ditahun ketiga, juminten tandatangan kontrak kerja nya yang baru, masih tetap satu majikan. Ditahun ketiga ini pula , pergaulan Juminten semakin luas… maklum karena Juminten tiap minggu libur. Ditahun ini pula Juminten rupanya ‘’jatuh hati’’ sama Suk suk(sebutan untuk laki laki tua) yang bekerja sebagai satpam apertemen rumah majikannya. Awalnya main mata, terus tukaran no hape, setiap Juminten keluar masuk selalu dibukakan pintu termasuk pintu lift.

Juminten sudah banyak berubah, dia bukan gadis desa lagi, dia juga bukan gadis lugu lagi ! sejak keperawanannya dikoyak Bambang , dia seolah memendam benci dan sakit hati terhadap kaum adam ! alias laki laki ! sekarang Juminten berkuasa atas dirinya. Setiap kenalan sama laki laki Juminten tidak mengaku namanya yang asli tapi Amy ! panggil saya Amy ! Juminten atribut desa !.

Amy pacaran dengan suksuk , berkali kali mereka kencan, masuk hotel satu kehotel yang lain. Suksuk sangat baik terhadap Amy, segala permintaan Amy selalu diturutin. Termasuk mengirim uang ke Ibunya untuk biaya masuk rumah sakit waktu itu sebesar 60juta (sambil melihatkan bukti pengiriman uang kpd Memo). Juminten semakin terlena… Juminten semakin asyik dengan dunianya. Disetiap liburnya dia selalu masuk keclub / diskotik satu ke diskotik yang lainnya yang ada di Wanchai… dari pelukan bule satu kebule yang satunya lagi. Dalam 3 tahun, keluarga Juminten didesa sana, berubah menjadi orangkaya, rumah yang dulu reot, kini tembok dan berpagar tinggi, rumah dulu yg beralaskan tanah, kini keramikan. Juminten pintar menyimpan rahasia, apa yang dilakukan di Hongkong, orang rumah tidak ada yang tau sama sekali.

Tahun 2007 Juminten pulang cuti kekampung halaman. Setibanya di Hongkong lagi. Juminten jadi idola para bule yang ada disalah satu diskotik ‘’X’’ Wanchai. Disetiap waktu liburnya hari minggu, Juminten banjir ‘’order’’ ada saja Bule yang mengajaknya kencan. Itu tidak lain, karena sewaktu pulang cuti , Juminten pergi kesalah satu dukun yang ada di desa nya tepatnya di Banyuwangi, JawaTimur. Juminten pasang susuk guna keberuntungan dirinya. Dalam pengakuan Juminten kepada Memo, dia pasang susuk di kening, pipi, dagu, buah dada, pantat dan kemaluannya !. Makanya tidak heran, Juminten jadi menarik , pesona yang dipancarkannya ternyata buka alami tapi ‘’buatan’’ dukunnya. Panteslah Juminten sangat disayang sama majikannya, apalagi majikan laki lakinya, sangat perhatian sekali terhadap Juminten. Disetiap hari minggu, Juminten selalu jadi pusat perhatian, bahkan ada beberapa sebagian teman Juminten yang iri melihat kehidupan Juminten yang berubah drastic.

Juminten punya segalanya, laptop merk  terbaru, hape 3G,  tabungan yang jumlahnya ratusan juta, segala macam merk perhiasaan, baju dan celananya pun semua merk terkenal. Apa yang jadi keinginan Ibu dan 6 adiknya dengan sangat gampang Juminten meluluskannya.

Itulah manusia, selalu merasa kurang, tidak pernah bersyukur. Seperti Juminten apa yang dia dapat selalu kurang dan kurang… Juminten mencoba lagi ‘’banting setir’’ , disetiap ada acara atau event yang digelar oleh beberapa organisasi BMI di Hongkong , semisal lomba dancer, lomba fashion. Lomba acara mis mis an , lomba cover suatu majalah , lomba karoeke, Juminten tidak pernah mengikutinya, dia selalu mendaftarkan diri, agar bisa menang dan jadi terkenal…! Padahal Juminten ini sadar, akan kemampuan dirinya, walau dia dikaruniai  wajah yang cantik tapi tidak dengan otaknya ! suara dia pas pas an, pertanyaan yang diajukan oleh juri pun terkadang lama pikirnya untuk dia jawab.

Tapi bukan Juminten kalau tidak punya otak licik ! berbagai cara dia tempuh agar bisa menang disetiap acara yang digelar. Juminten menghubungi beberapa dukun untuk meminta bantuan, tapi apa ? kosong alias nihil ! dukun dukun itu bisanya cuma ngomong, gak ada bukti padahal Juminten sudah ngeluarin uang banyak untuk membayar dukun dukun itu !

Jikalau uang dan harta kekayaan adalah tujuan yang kau kejar, dan hanya barang itu yang selalu hendak kau miliki , maka kekuasaannya akan menawan sukmamu, membawa jiwamu dalam derita dan kemalangan…*

Bahagiakah Juminten dengan semua ini ? tenangkah Juminten menikmati uang uang ‘’panas’’ yang mengalir deras dari bule bule nya ? pengaruh susuk yang dipakai Juminten apakah selamanya akan bertahan ? Ibu dan adik adiknya ???

 Dunia itu bagai roda yang berputar, kadangkala diatas kadangkala dibawah !


Saat menceritakan pengakuannya ini kepada Memo, Juminten dalam keadaan ‘’sekarat’’ penyakit gatal menyerang tubuhnya, terlebih kemaluannya… uang tabungannya habis untuk periksa kedokter sana- kedokter sini ! majikan nya yang dulu sangat sayang, kini telah berubah jahat kepadanya ! Apa yang dilakukan/dikerjakan Juminten selalu salah dimata majikannya. Sedang Ibunya ditanah air, juga meratapi nasib apesnya… setelah dinyatakan sehat dari diabetesnya ibu Juminten mengikuti jejak anaknya. Yang dulu pakai jarit atau daster, kini pakai blues, rok mini . bahkan sang Ibu juga menjalin cinta dengan seorang lelaki yang bajingan ! yang mengguras harta bendanya. Juminten sudah menjadi ‘’sampah’’ bagi dirinya, karena setelah dia mengidap penyakit gatal, bue bule yang dulu memujanya, yang menganggumi kemolekkannya ‘’goyangannya’’ kini satu persatu pergi meninggalkannya… bahkan sudah tidak sudi lagi. Ada satu bule yang bernama Peter , malah mengambil balik laptop merk SONY, Iphone pemberian yang diberikannya pada Juminten. Perlakuan kasar kini kerap Juminten dapatkan dari majikannya, gajinya pun kadang telat, dan yang tragis setiap Juminten memecahkan barang (piring,gelas) punya majikan, gajinya dipotong HK$ 10.


Saat dulu Juminten ‘’berjaya’’ banyak teman teman yang mendekatinya. Dan kini ? saat juminten susah, butuh pertolongan teman temannya pada menjauh… tubuh Juminten kurus kering, kelopak mata yang cekung dan pekat. Dan pantatnya penuh dengan luka, bekas garukkan… apa karena ini susuk yang dipakai Juminten ? sehingga menyebabkan gatal gatal diseluruh badannya ? Ngeri memang…. Dan saat menuntaskan cerita ini kepada Memo, Juminten akan siap siap untuk pulang kekampung halamannya.


 (semoga cepat sembuh kawan… Mohon ampunan dan perbanyaklah doa, segera sucikan dirimu)



(Uly Giznawati)