Laman

Search

16 Desember 2009

Memperingati Hari HAM , Ratusan Buruh Migrant Unjuk Rasa


Tuntut Penghapusan Beaya Penempatan TKI


Ratusan buruh migrant Indonesia (BMI) yang tergabung dalam Aliansi Blacklist Agen dan Majikan Pelanggar Hukum  bersama para buruh migrant dari negara lain di Hong Kong, menggelar aksi demo turun jalan dalam rangka memperingati Hari Hak Asasi Manusia (HAM) sedunia yang jatuh pada tanggal 10 Desember. Aksi demo dilakukan Minggu (13/12) dimulai dari jam 9 pagi bertempat di lapangan Viktoria Park. Selanjutnya, sekitar jam 12.30 bergerak jalan menuju gedung Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong .

Sejumlah tuntutan dilontarkan dalam aksi demo tersebut. Mereka menuntut pemerintah agar segera dan sigap dalam memberikan perlindungan terhadap BMI, dengan memblaklist Perusahaan Jasa Tenaga Kerja Indonesia (PJTKI), agen dan majikan yang melanggar dan merampas hak hak BMI, seperti menahan dokumen.


Mereka juga menuntut dihapuskannya biaya penempatan BMI (7bulan), memperhatikan  kasus underpayment (gaji dibawah standar) juga aturan 2 minggu yang sangat diskriminatif terhadap BMI.


“Kasus underpayment, biaya penempatan yang sangat tinggi juga penahanan paspor milik BMI, ini sudah benar benar nyata tapi pemerintah dalam hal ini KJRI-HK sepertinya membiarkan. Kami ingin bukti dan tindakan yang nyata dari pemerintah HK dan Indonesia untuk segera memblacklist agen maupun majikan yang melanggar hukum,” ujar Sringatin, Ketua Indonesian Migrant Workers Union (IMWU).


Massa yang tergabung dalam Aliansi Blacklist Agen dan Majikan Pelanggar Hukum , Kotkiho, IMWU hampir satu jam meneriakkan yel yel didepan gedung Konsulat. Dan seperti biasa aksi kali ini pun tidak mendapat respon dari para pejabat Konsulat , satu pun tidak ada yang keluar. Hanya satpam yang menerima surat.(uly)



Terpubliksi di Tabloid Memo # 127