Laman

Search

22 Desember 2009

Harus Berani Mengatakan ''tidak'' !!!


Media SUARA, barangkali sudah ribuan kali menurunkan berita tentang kondisi buruh migrant Indonesia (BMI) di Hong Kong . Mulai dari berita tentang BMI yang beruntung hingga BMI yang bernasib buntung karena tidak pernah merasakan hasil kerja selama menjadi buruh migrant bertahun tahun.

Dari mereka yang gigih memperjuangkan hak hingga yang yang pasrah menerima begitu saja nasib mereka karena kungkungan rasa takut yang akut. Rasa takut yang tumbuh lantaran merasa diri sebagai masyarakat pinggiran maupun rasa takut yang disengaja ditanamkan paksa oleh yang mengirim mereka sebagai buruh migrant.



Adalah sudah bukan rahasia lagi bahwa nyaris semua calon BMI ditakut-takuti dan dipaksa untuk tidak pernah menuntut hak hak nya selama berada dipenampungan PJTKI. Diancam dan ditutup dari seluruh akses informasi, termasuk dengan merampas paksa buku panduan bagi pekerja asing yang mereka terima saat pertama kali mendarat di Hong Kong.

Akibatnya karena kungkungan rasa takut itu juga, banyak dari BMI hanya menerima saja perlakuan yang jelas jelas mereka tahu itu melanggar hukum dan merugikan mereka. Pun jika kemudian mereka tahu , setelah bergaul dengan sesama BMI , bahwa sebenarnya mereka bisa melawan.

Sialnya, kondisi ini terus dan terus berlangsung tanpa tindakan yang berarti dari pemerintah yang seharusnya bertanggungjawab untuk mengatasi. Jadi, wajarlah jika kemudian seorang hakim di Tibunal (baca: dipaksa kerja dipasar, BMI pilih melarikan diri) sampai mengungkapkan keheranannya secara terbuka bahwa selama 10thn dirinya bekerja masalah yang dihadapi BMI selalu sama, menandatangani dokumen yang tidak mereka mengerti dengan alasan takut.

Padahal, semua itu tak perlu terjadi seandainya BMI bisa melepaskan diri dari kungkungan rasa ketakutan dan berani mengatakan ''tidak'' untuk sesuatu yang melanggar aturan dan tak mereka mengerti.

(SUARA Vol V No. 128)