Laman

Search

07 Oktober 2009

Kisah Sukses Mantan BMI :Dari Terbitkan Buku hingga Kuliah S2


Menjadi tenaga kerja indonesia diluar negeri, bagi sementara orang barangkali sebagai langkah keterpakasaan. Namun bagi sebagian yg lain adalah sebuah pilihan krn tergiur gaji yg lumayan/upah yg tinggi. Para BMI bisa menabung dan merencanakan masa depan sesuai dengan obsesi yg terpendam.
Diantara sejumlah cerita sedih para BMI yang bekerja di HK, ada juga cerita sukses mantan BMI di HK. Mereka berhasil menjadikan hasil jerih payah selama bekerja di HK, sehingga menghasilkan niai tambah yg berkelanjutan. Ini memang tak lepas dari dari terbukanya wawasan dan cara pandang / berfikir para BMI. Mereka di HK , tidak sekedar bekerja , namun juga belajar tentang banyak hal. Itulah sebabnya, para mantan BMI di HK, terlihat lebih pandai, dan punya berbagai macam keterampilan, jika dibandingkan BMI yg pulang dari negara lain (Malaysia, Timur Tengah dan Singapura).


Ada beberapa mantan BMI di HK yg telah membuktikannya. Diantaranya :
-Eko Indriatin, asal Cianjur Jawabarat. Mantan BMI HK dan juga mantan aktivitas IMWU sepulang dari HK ia menggunakan hasil jerih payahnya untuk kuliah di fakultas hukum  dan kini ia bekerja di sebuah bank swasta di Jakarta.
-Mei, mantan BMI HK yg tinggal di Purwokerto tepatnya di Baturaden, kimi aktif mengajar bahasa inggris disebuah SD di Karangsalam.
-Narsidah, mantan BMI HK yg tinggal di Kabupaten Banyumas, sepuang dr HK, kini ia aktif bersama teman teman sesama mantan BMI asal daerahnya membuat paguyuban untuk BMI didaerah setempat.
Di Jawa Tengah, tepatnya di Wonosobo ada Romah mantan BMI HK yg berhasil menjadi Kepala Desa di Garung -Wonosobo.
Dan sebuah nama yg tidak asing lagi bagi kalangan buruh migrant indonesia di hongkong yaitu Maria Bo Niok, asal desa Lipursari Leksono, Wonosobo. Maria Bo Niok mantan seorang BMI yg pernah bekerja di Taiwan dan di hongkong ini , namanya cukup dikenal , karena ia aktif dalam dunia tulis menuis, ia juga aktif mempopulerkan karya sastra Pembantu Rumah Tangga (PRT) , kesejumlah kota seperti di Jogjakarta, Surabaya dan Wonosobo bersama Komunitas Sastra Terminal Tiga.
Maria Bo Niok juga telah menghasilkan 5 buku berupa novel. cerpen, kumpulan puisi dan buku pedoman menjadi BMI yg aman, dan semuanya telah diterbitkan.
Karya karya Maria Bo Niok yg cukup populer diantaranya ada : Geliat Sang Kungyan, Ranting Sakura, Putri Kelana, Jejak Cinta Perempuan Gila dan Serpihan Cinta diatas Sejadah.
Bahkan Maria Bo Niok dengan sesama mantan BMI asal Wonosobo juga membentuk organisasi koperasi ''Koperasi Srikandi'' yg memberdayakan anggota dan lingkungan dan masyarakat sekitar. Merka punya kegiatan produktif seperti pemancingan, warung serba ada, ternak bebek dan kini tengah merintis kursus bahasa inggris.
Di Jawa Timur, tepatnya di Kepanjen Malang, ada Tania Ross. Mantan BMI HK ini namanya pun cukup dikenal dikalangan BMI HK karena ia juga aktif menulis beberapa cerita dan artikel lepas.Kini sepulang dari HK Tania bersama sang suami merintis usaha ternak bebek yg cukup maju. Dan sampai kini pun, Tania masih aktif menulis disalah satu tabloid Nasional.
Masih di Malang ada Dina Nuriyati, mantan BMI HK dqan mantan seorang aktivis yg kini sedang menempuh studi S2 di Iniversitas Kassel Jerman mengaambil jurusan International Labour Organisation (ILO).
Tentu, masih banyak lagi BMI BMI yg sukses yg belum terjangkau dan terekam. Namun, yg penting pengalaman para mantan BMI diatas bisa membuka cakrawala pandang BMI yg kini masih bekerja di HK untuk menyiapkan bekal sebanyak banyaknya. Karena ini serba mungkin karena di HK terbukanya fasilitas dan kemudahan dalam meningkatkan kualitas diri. Sehingga tidak pantas diposisikan hanya sebagai ''mantan babu'' semata.