Laman

Search

11 September 2009

Kapok ! gak mau Pacaran lagi dengan BMI di HK ! [Curhat TKI Korea]


Kali ini yang jadi korbannya adalah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di Korea. Gara gara dia terlalu percaya dengan teman barunya yang dikenalnya didunia maya yaitu chating ! dengan seorang BMI di Hong Kong, tidak hanya uang jutaan nya yang amblass, cinta nya pun ikut raib, bersama raibnya perempuan itu…TKI ini bernama Ady asal Blitar Jawa Timur, dia berada di Korea sudah lima tahun. Disaat liburnya Ady sering menghabiskan waktunya seharian didepan computer , dia asyik masyuk berselancar didunia maya. Dunia maya sebuah dunia yang tak mengenal waktu dan ruang, yang membuat seseorang lupa diri, lupa waktu dan ketagihan apa lagi jika sudah dapat kenalan dari hobby nya itu pasti betah berjam jam tongkrongin layar computer.[seperti yg nulis, ikkhh..ikkhh, begitu juga dengan yg baca tulisan ini, nah loh…! Hahahaha]  Selengkapnya...



‘’Begitu aku kenal dia (namanya Nana BMI HK asal Malang), jujur aja aku kepincut pertama kali melihatnya, dia cantik dan satu dia cukup seksi saat kita tukeran cam, ‘’ Ujarnya dengan Memo via telpon pekan lalu.Benar kata pepatah kuno, Cinta memang sulit diduga kapan datangnya. Dia bagai bak prahara yang datang tanpa diundang, dan bila sudah membadai dalam hati, siapa yang bisa melawannya ? setidaknya itulah yang terjadi pada diri Ady. Seringnya Ady ketemu dengan pujaan hatinya di Hongkong melalui chating, yang hampir dilakukan tiap minggu. Membuat benih benih cinta itu tumbuh dalah hati Ady. ‘’Padahal setiap ketemu dichating dan menggunakan camera, saya tidak pernah minta dia untuk macam macam, ngeliat wajahnya Nana aku pun dah senang, tapi wong lanang e sopo mbak di kei ngono kui, baju yang dipakai Nana selalu terbuka bagian dadanya, kalau uda begitu jantungku berdegup kencang gak beraturan, nafasku gak karu karuan, sudah sering saya ingatkan Nana untuk pakai baju yang sopan saat kewarnet, tapi dia gak mau denger katanya di HK lagi musim panas ya..saya menikmati ajalah mbak,’’ Kata Ady lagi.[dasar !] Hubungan Ady dan Nana tidak hanya lewat chating saja, mereka berdua pun kerap telpon nan,telpon korea ke HK khan murah, sebaliknya pun begitu telpon dari HK ke Korea. Walaupun murah kalau tiap hari ya pasti habis banyak.‘’Sebenarnya aku dari awal udah dibilangin temanku yang sama sama di Korea, untuk hati hati dengan Nana, denger denger katanya Nana itu cowoknya banyak, ada di Jepang maupun di indonesia, berkali kali aku tanyakan hal itu pada Nana dia selalu sedih, dia bilang laki laki yang ada dihatinya adalah aku ! dia juga berani sumpah tidak punya kenalan atau sedang terikat dengan lelaki mana pun ! Dia (Nana) sudah ngomong sumpah, ya saya percaya aja mbak,’’ lanjut Ady lagi.Kalau seseorang sudah digilai, dicintai dan dikejar oleh orang lain, seseorang ini selalu merasa diatas angin, begitu lah yang terjadi pada Nana, dia merasa dirinya sangat dibutuhkan oleh Ady, maka dari itu Nana sering bertingkah karepe dewe . ‘’Sering aku dibuat marah oleh sikap Nana, tanpa sebab dia kerap mematikan nomor hapenya, dan itu dilakukannya berhari hari sehingga sulit dihubungi, `sebenarnya aku curiga juga seh mbak, tapi selalu aku tepis, aku percaya aja ama Nana, apalagi melihat keagresifan Nana kalau lagi chating ama aku, kadang membuat jantungku serasa copot tegang kabeh mbak, Nana sering ‘’Show’’ didepan cam, rosone awakku kih munggah mudun mbak’’. Lanjut Ady.Yang dimaksud dengan ‘’Show’’ disini adalah Nana sering tanpa atau dengan sengaja memperlihatkan bagian tubuhnya ke Ady, mulai dari bagian dada sampai bagian bawah vitalnya [maaf]. Untuk adegan Show ini, Nana pun tidak sembrang memilih warnet. Dia memilih warnet yang ada fasilitas roomya, chat perkamar yang ada di daerah Central, yang perjamnya sangat mahal kalau hari biasa HK$35, kalau hari minggu harganya naik dua kali lipat bisa mencapai HK$100. bahkan foto foto bugil Nana pun Adi mempunyainya.‘’Jujur aku semakin gila ama Nana, setiap inci tubuhnya sudah aku liat mbak, meski lewat cam tp sungguh sangat jelas dan kelihatan sekali, itu lah yang membuatku aku semakin takut akan kehilangan Nana, makanya setiap permintaan Nana selalu aku turuti termasuk mengirim uang tiap bulannya ke rekening dia di HK.’’ Tambah Ady.Ternyata Ady tidak sadar jika masuk dalam permainan Nana, dan hal semacam itu ternyata hal yang biasa buat Nana, dan Nana sering melakukannya, entah itu dengan orang bule maupun TKI yang ada Negara penempatan. Nana melakukan semua itu hanya mengejar kesenangan semata ! dan demi uang !. Nana hanya ngeret cowok cowok yang dia kenal didunia maya. Dan ternyata Ady adalah korban yang kesekian kalinya….

Terus kenapa baru sadar ? kenapa baru tau jika nana seperti itu ? dan sudah berapa uang yang anda kasih buat Nana ? Tanya Penulis

‘’Terakhir Nana menghubungi aku akhir Agustus kemarin, dia menelponku sambil nangis tersedu sedu, setelah aku tanya dia bilang kalau dia ketipu ama temanya yang sama sama bekerja di HK, uang Nana dibawa lari sebesar 21juta dan katanya uang itu adalah habis Nana dapat pinjem dari salah satu bank financial yg ada di HK, dia [Nana] nangis sejadi jadinya ditelpon, aku ya gak tega.. apalagi dia adalah orang yang aku sayangi, dan aku berharap banyak dari Nana dan dari hubungan ini bisa berlanjut kejenjang pernikahan sepulang kami dari negeri orang, setelah dengar cerita Nana, lagi lagi demi rasa cintaku akhirnya aku mengocek tabunganku ditambah gaji 1 bulan, dan aku kirim ke rekening nya Nana di HK saat itu juga, dengan nama bank yaitu Bank Of China , seminggu setelah itu, aku telpon Nana, kata Nana sudah kelar masalahnya dan aku pun ikut lega. Dan siapa sangka mbak, ternyata itu adalah komunikasi terakhirku dengan Nana, karena setelah itu Nana mulai susah untuk dihubungi, hapenya tidak aktif, YM nya juga selalu Off, saya berkali kali kirim email tidak pernah dibalas ! sempat stress waktu itu saya mbak, punya pikiran yang jelek ama Nana, jangan jangan dia bohongi aku, menipuku, ah entahlah saat itu benar benar buntu kepalaku… Nana tiba tiba menghilang, bagai angin gak ada kabar blazz, awal September kemarin saat libur hari minggu teman satu kamarku ngajak keluar jalan jalan, main ke tempatnya teman, nah…disitu lah mbak, gelisahku, gundahku, terhadap Nana terjawabkan sudah !! begitu sampai dirumah teman, aku melihat temanku itu lagi Online didalam kamarnya, dia hanya sendiri dan gak mau diganggu ama teman yang lain, tau aku datang aja dia seperti cuek tidak menyambut seperti teman yang lainnya. sampai aku berkali kali memanggilnya nawarin rokok tidak digubrisnya, bahkan pintunya ditutup , penasaran aja emang dia lagi Online ama siapa, sampai tidak mau diganggu, kuberanikan masuk kedalam kamarnya, o a la Gusti…jantungku berhenti seketika sesak didada ngerasainnya, ternyata temanku itu lagi asyik berchating ria dengan Nana,dan Nana setengah bugil ! melihat aku ada dibelakang temanku karena terlihat dari cam tiba tiba saja ID YM Nana langsung dia matikan ! Nana ketauan ! dan dia ketakutan ! temanku itu hanya melongo saja tidak tau apa apa, setelah aku jelaskan pada temanku itu, akhirnya temanku mau mengerti, apalagi didalam dompetku foto nana masih terselip, dan aku kasih liat pada temanku itu biar dia percaya, untung saja temanku itu belum tertipu dan pengakuan temanku itu kalau baru kenal dengan Nana ceritanya hampir sama persis denganku , dan dengan temanku pula Nana pun berani buka bukaan di chating. ‘’Dan sejak saat itu aku jadi trauma kenal dengan cewek yang ada di HK, semua beritanya gak ada yang bagus, rata rata cerita temanku semuanya pada ketipu ama cewek cewek HK, ujung ujungnya juga duit, saya ikhlas mbak apa yang dilakukan oleh Nana, mau bagaimana lagi ? wong sama sama jauh, nana nya pun sekarang sudah ilang, gak bisa dihubungi, tapi cerita yang saya denger Nana adalah Pelacur di HK, berani menjual tubuhnya/ memperlihatkan tubuhnya cuma tidak kontak secara langsung, biasanya dia lakukan saat chating, padahal informasi yang baru aku dapat dari seorang teman di HK kalau ternyata Nana itu telah berkeluarga di kampung, heran gak habis pikir ! kapok mbak ! gak mau lagi cari pacar yang kerja di HK, cari dikampung aja yang belum pernah keluar negeri.. kapok...kapok..’’. Mengakhiri pembicaraanya dengan Memo