Laman

Search

12 September 2009

Menyangkal Kenyataan


Seperti malam2 sebelumnya,aku disini menghabiskan sisa waktuku. Banyak cerita yg membuatku menangis juga tertawa,walau itu cuma angan dan alam pikiranku semata. Kuakui aku selalu mencintainya walaupun kini diriku sudah bersama orang lain. Kusadari betapa munafiknya aku, seharusnya ta boleh aku begini, kenapa tak aku tentukan pilihanku yg terasa sulit sekali aku lakukan...''Cahaya malam mencari dlm kegelapan,aku tersesat tanpa sentuhanmu. Pagi tlh datang,namun matahari tak pernah bersinar. Inilah mimpi,tetapi lilin lilin meleleh ...''Selengkapnya...



Dia...
tdk pernah tau bahwa semua itu aku lakukan bukan atas dasar cinta, tapi tanggung jawab semata karena aku terlalu banyak berjanji, menambahkan harapan semu padanya. Bahwa aku akan kembali padanya dgn segudang janji. Aku merasa berdosa krn tlh membohonginya dan mendustai perasaanku sendiri dgn menerima cintanya waktu itu !! Sementara dilubuk hatiku yg terdalam tak pernah ada cinta untuknya bahkan sampe detik ini !!! Ya..kebahagiaan itu tdk bisa dikatakan tetapi dirasakan, benarkah dia akan selamanya bersamaku ? sementara sisi lain hatiku mengatakan aku tak mau terlalu berharap

OH TUHAN...

Tunjukan aku jalan. Bagaimana aku bisa melupakan dia? bila setiap saat anganku dan mimpiku selalu bersamanya...
maafkan aku yg tak jujur padamu...

[dr seseorang..untuk seseorang..''XXX'' Yg prnah ada...]