Laman

Search

26 Desember 2008

AKU MENUNGGU

Aku menunggu senja dibibir laut
aku menatap senja yg bermain ombak
aku...mengelus kepala bocah kecil
yang bulat laksana bulan dan,
meraba kulitnya yang laksana pelangi
sebulat itukah wajah lelaki yang
meninggalkan benihnya padaku ??
kutatap wajah bocah kecil itu
yg bermain di pangkuanku



kenangan pahit seketika melintas
bermandi keringat sesaat dan,
kenikmatan yg sesaat pula
memetik 'kumbang' liar dirantau
sekarang,kosong yg aku dapat
kecuali,penyesalan diri....!!!



Hitam hati ini....
adalah tanda berkabung
berselimut duka....
Hitam hati ini adalah jasad mati
untuk doa yg telah aku bisikkan
aku telah mendingin dalam
seribu salju...hujan...batu
bahkan runtuhan kayu
adalah karma dari ''KEMUNAFIKANKU''
Dosa apalagi yg kau tambatkan dalam ht
mencari penopang untuk bersandar
ketika Malaikat itu perlahan menarik nafsuku...
ketika telingaku mendengar lagu
alunan irama yg telah mati namun,
ia bangkitkan lagi sebuah hati
darimu kutelusuri....
Hitam hati ini sebagai drama kematian
hanya sebagai ''aku'' dan ''kau'' disini...



Bagiku kini tak ada lagi
lirik dan musik yg menarik
untuk kunyanyikan bersamamu
atau untuk diriku sendiri...
setelah merdeka...
membuatku tak lagi
mengenali suaramu...
jalan jalan tempat kita dulu
mendekatkan hati tertutup sudah
dihadang geram dan amarah
malam malam tempat kita dulu
menyembunyikan cinta tlh dionarkan
kobaran kebencian dan api dendam
aku tak mampu lagi...
aku tak bisa mengadukan duka pd luka
mengeluhkan luka pd luka dan,
langitpun seolah sudah muak
dengan lagu kita yg sumbang !
maaf...! Sahabat aku tak bisa
lagi menyanyi untukmu
entah jika ada keajaiban yg datang
suatu saat nantinya....

[bersambung]